Efek Samping Vaksin Polio Imunisasi Bayi Baru Lahir

Efek Samping Vaksin Polio Imunisasi Bayi Baru Lahir

Efek Samping Vaksin Polio Imunisasi Bayi Baru Lahir

Orang tua tentu ingin memberikan apapun yang terbaik agar bayi atau anak selalu sehat dan aman. Oleh karena itu, perlu untuk memberikan imunisasi bayi baru lahir untuk melindungi anak dari berbagai penyakit berbahaya dan dapat dicegah.

Bayi yang baru lahir masih bisa mendapatkan perlindungan dari berbagai penyakit melalui konsumsi ASI. Namun, jika masa menyusui telah selesai maka kekebalan ini akan hilang, bahkan ada beberapa anak yang tidak disusui menggunakan ASI sama sekali.

Baik anak-anak tersebut disusui atau tidak, imunisasi bayi baru lahir mampu membantu melindungi anak dari penyakit. Vaksin juga dapat membantu mencegah penyebaran penyakit melalui populasi lainnya melalui kekebalan kelompok atau herd immunity.

Vaksinasi tidak semua diberikan tepat setelah bayi baru lahir. Masing-masing vaksin diberikan pada waktu yang berbeda. Imunisasi pemberian vaksin sebagian besar diberi jarak selama 24 bulan pertama kehidupan anak, dan banyak yang diberikan dalam beberapa tahap atau dosis. Salah satu imunisasi bayi baru lahir yang tidak boleh dilewatkan adalah pemberian vaksin polio.

Vaksin Polio

Vaksin polio terdiri dari 2 macam, yaitu OPV (Oral Polio Vaccine) yang diberikan secara oral atau melalui mulut dan IPV (Inactivated Polio Vaccine) yang diberikan melalui suntikan pada paha bayi. Imunisasi polio bertujuan untuk mencegah penyakit polio atau lumpuh layu.

Efek Samping Vaksin Polio

Polio atau poliomielitis bisa disebabkan karena virus polio yang menyebabkan kelumpuhan. Polio merupakan suatu kondisi serius dan tidak ada obatnya. Akan tetapi, dengan imunisasi bayi baru lahir berupa vaksin polio, maka akan membantu upaya pencegahan bayi terkena polio.

Meskipun vaksin tersebut hampir menghilangkan polio di banyak negara, vaksin ini juga dapat menyebabkan beberapa efek samping yang perlu Anda ketahui.

Efek Samping Ringan

Efek samping sangat pada umumnya jarang terjadi pada imunisasi bayi baru lahir dengan pemberian vaksin polio. Efek samping yang ditimbulkan biasanya sangat ringan dan bisa hilang dalam beberapa hari. Efek samping yang umum terjadi termasuk:

  • rasa sakit di dekat tempat suntikan
  • timbul warna kemerahan di dekat tempat suntikan
  • demam ringan

Dalam kasus yang jarang terjadi, beberapa orang juga mengalami nyeri bahu yang berlangsung lebih lama dan lebih parah daripada rasa sakit yang biasa dirasakan di sekitar tempat suntikan.

Efek Samping yang Serius

Efek samping serius utama yang ditimbulkan karena vaksin polio adalah reaksi alergi, meskipun hal ini sangat jarang terjadi. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit memperkirakan bahwa sekitar 1 dalam 1 juta dosis vaksin polio dapat menyebabkan reaksi alergi. Reaksi-reaksi ini biasanya terjadi dalam beberapa menit atau jam setelah menerima vaksinasi.

Gejala reaksi alergi meliputi:

  • gatal-gatal
  • kulit menjadi merah
  • kulit menjadi pucat
  • tekanan darah rendah
  • tenggorokan atau lidah bengkak
  • sulit untuk bernapas
  • mengi
  • pembengkakan pada wajah atau bibir
  • mual
  • muntah
  • pusing
  • pingsan
  • kulit menjadi berwarna biru

Jika Anda atau anak mengalami salah satu gejala reaksi alergi yang parah, carilah pertolongan petugas medis segera mungkin.

Imunisasi bayi baru lahir dengan pemberian vaksin polio adalah satu-satunya cara untuk mencegah polio. Vaksin biasanya tidak menimbulkan efek samping. Ketika terjadi efek samping, gejala yang ditimbulkan biasanya sangat ringan. Namun, dalam kasus yang sangat jarang, anak dapat memiliki reaksi alergi terhadap vaksin. Jika Anda atau anak Anda belum divaksinasi, bicarakan dengan dokter tentang pilihan imunisasi yang harus dilakukan. Dokter dapat merekomendasikan jadwal pemberian dosis terbaik untuk kebutuhan dan kesehatan anak Anda secara keseluruhan.

Leave a Reply