Ini Bahayanya Jika Swab Antigen Jakarta Timur Sendiri

Ini Bahayanya Jika Swab Antigen Jakarta Timur Sendiri

Karena Jakarta Timur merupakan salah satu zona merah, Anda tentu ingin melakukan swab antigen untuk mengetahui apakah Anda terkonfirmasi positif atau tidak.

Anda merasa perlu juga karena sebelum-sebelumnya sering melakukan kontak fisik, baik disengaja maupun tidak. Apalagi lingkungan tempat tinggal Anda cukup rawan karena banyak yang positif.

Namun Anda merasa segan ke fasilitas layanan terdekat karena takut tertular sehingga Anda memutuskan tes antigen sendiri dengan membeli alatnya secara online yang harganya jauh lebih murah. 

Kemudian Anda meminta bantuan orang di dalam rumah yang Anda percayai mampu melakukan tes kepada Anda.

Namun tahukah Anda bahwa hal itu sangat berbahaya, dan sangat tidak disarankan. Mengapa?

Mengapa Tes Antigen Sendiri Berbahaya?

Meningkatkan Risiko Penularan

Dikutip dari CNN Indonesia, dokter spesialis Paru Erlang Samudro mengatakan bahwa hal itu malah akan meningkatkan risiko penularan.

Penularan itu terjadi dari orang yang melakukan tes kepada Anda, dan tidak diketahui apakah ia terkena virus atau tidak.

Selain itu, orang yang melakukan tes swab kepada Anda itu tidak memakai APD yang merupakan standar operasional tes Covid-19.

Hal tersebut malah semakin mempermudah virus menyebar luas dan cepat pada Anda. Tentu saja hal seperti ini tidak akan Anda temukan saat melakukan tes swab antigen di rumah sakit, klinik, dan puskesmas Jakarta Timur.

Dapat Menyebabkan Kematian

Bukan hanya dapat meningkatkan penularan virus, ternyata tes antigen sendiri tanpa bantuan tenaga kesehatan yang terlatih malah akan menyebabkan kematian.

Hal itu karena swab dilakukan dengan cara mencolokkan alat ke hidung atau mulut untuk mengambil sampel.

Pengambilan sampel ini akan berhubungan dengan saraf vargus yang jika tertekan dapat menyebabkan refleks seperti batuk, pingsan, muntah, hingga kematian.

Risiko Alat Patah

Jika Anda melakukan swab antigen tanpa bantuan tenaga kesehatan yang sudah terlatih, Anda akan mengalami risiko alat patah tepatnya di tangkai yang bisa tertinggal di dalam hidung.

Akan menjadi masalah jika yang melakukan tes itu bukanlah orang yang terlatih sehingga bingung cara mengambilnya.

Akibatnya, Anda akan mengalami pendarahan di hidung atau epistaksis. Ini karena tangkai menyentuh pembuluh darah di hidung yang mudah sekali pecah.

Pendarahan yang demikian bisa menyebabkan rasa panik dan syok bahkan pingsan. Jika tidak segera ditangani, malah akan menyumbat saluran pernapasan dan menyebabkan kematian sehingga penanganannya harus melalui dokter THT.

Salah Hasil Pemeriksaan

Karena tidak dilakukan oleh tenaga profesional, tes antigen yang Anda lakukan bisa menimbulkan salah hasil pemeriksaan sehingga bisa mengakibatkan negatif palsu.

Ternyata tes antigen sendiri itu malah tidak menguntungkan dan merugikan. Karena itu, Anda sebaiknya melakukan tes di fasilitas layanan kesehatan terdekat karena dilakukan oleh para nakes.

Namun tentunya Anda menghindari antrean yang dapat menyebabkan penyebaran virus. Karena itu yang perlu Anda lakukan adalah:

  • Cari faskes yang punya fasilitas booking secara online di internet
  • Cari yang harganya sesuai kantong namun tetap berkualitas
  • Booking jadwal dan lakukan pembayaran online
  • Datanglah tepat waktu sesuai jadwal dengan tetap melakulan protokol kesehatan 5M
  • Segera pulang setelah tes, dan pastikan hasil diberikan secara online

Apabila Anda ingin merasa benar-benar aman, Anda bisa melakukan layanan swab antigen Jakarta Timur  tanpa turun dari kendaraan atau drive thru atau memanggil petugas kesehatan untuk melakukan tes rapid antigen di rumah.

Leave a Reply