Hati-Hati, Ini Penyebab Payudara Besar yang Patut Diwaspadai

Hati-Hati, Ini Penyebab Payudara Besar yang Patut Diwaspadai

Hati-Hati, Ini Penyebab Payudara Besar yang Patut Diwaspadai

Payudara besar ditandai dengan membesarnya ukuran serta bentuk payudara dari ukuran biasanya. Payudara besar umumnya dapat disebabkan oleh berbagai faktor mulai dari genetik seseorang, hormonal, hingga kehamilan atau menyusui pada wanita, dan ini sangat normal terjadi. Tapi jika payudara besar terjadi dengan munculnya beberapa gejala seperti benjolan hingga nyeri pada dada, Anda wajib berhati-hati akan perubahan bentuk pada payudara yang terjadi. 

Penyebab Payudara Besar yang Harus Diperhatikan

Bisa jadi payudara besar yang Anda rasakan pada tubuh bukan disebabkan oleh gejala normal seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, melainkan disebabkan oleh penyakit berbahaya. Berikut adalah beberapa tanda payudara besar yang patut Anda waspadai jika terjadi pada tubuh:

1. Benjolan payudara

Jika ukuran payudara membesar akibat  adanya benjolan pada bagian payudara, lebih baik Anda memeriksakan hal tersebut. Walau tak semua benjolan bersifat kanker, tapi penting untuk mengetahui apakah benjolan tersebut berbahaya atau tidak bagi payudara. Benjolan payudara dapat disebabkan beberapa penyakit berikut:

  • Fibroadenoma

Fibroadenoma adalah benjolan pada payudara yang bersifat non-kanker. Penyakit ini sering dijumpai pada rentang umur 15-35 tahun. Wanita yang mengalami fibroadenoma akan merasakan seperti terdapat kelereng kecil didalam payudaranya. Penyakit ini biasanya tidak nyeri namun mudah bergerak saat diraba.

Untuk mengobatinya, Anda harus mendeteksikan keluhan tersebut pada dokter apakah benjolan yang terdapat pada payudara tersebut termasuk dalam kategori yang berbahaya atau tidak, apakah ukurannya semakin lama semakin membesar dan mengganggu atau tidak. Jika membahayakan, fibroadenoma dapat diangkat melalui operasi untuk menghilangkannya. 

  • Kista payudara (breast cyst)

Kista dapat menyebabkan payudara wanita membesar pada satu atau kedua sisi. Kista payudara umumnya berbentuk seperti kantong bulat berisi cairan yang terletak pada jaringan payudara. Saat wanita mengidap kista payudara, payudara akan terasa lebih lembek, terasa mudah digoyangkan, serta terdapat perasaan nyeri pada payudara. Semakin besar kista payudara, semakin besar juga perubahan yang terlihat pada bagian payudara.

Pada banyak kasus, kista payudara akan sembuh dengan sendirinya. Namun jika terdapat gejala pembengkakan serta nyeri yang terus menerus terjadi sebaiknya periksakan kista payudara pada dokter. Kista payudara bisa disembuhkan melalui aspirasi jarum halus untuk menyedot cairan kista pada sel dan jaringan payudara. 

  • Nekrosis lemak

Payudara besar juga dapat disebabkan oleh nekrosis lemak. Nekrosis lemak umumnya terjadi akibat cedera pada payudara. Ini menyebabkan lemak pada payudara membentuk gumpalan yang bulat dan keras sehingga menyebabkan pembengkakan dan perubahan pada ukuran payudara. Nekrosis lemak biasanya tidak disertai dengan rasa nyeri, dan tidak perlu dilakukan penanganan apapun karena akan sembuh dengan sendirinya. Tapi saat pembengkakan dan kunjung membaik, akan lebih baik untuk segera mengkonsultasikannya pada dokter untuk diperiksa lebih lanjut.

2. Infeksi

Infeksi pada payudara juga dapat menyebabkan payudara menjadi bengkak dan besar. Infeksi terjadi akibat adanya peradangan yang terjadi pada jaringan payudara. Umumnya infeksi payudara terjadi pada Ibu menyusui, namun tak menutup kemungkinan wanita diluar Ibu hamil dan menyusui dapat mengalami infeksi payudara.

  • Infeksi akibat menyusui

Ibu menyusui biasanya rentan terkena infeksi payudara. Infeksi akibat menyusui dapat disebabkan oleh dua hal, yaitu infeksi akibat penumpukan ASI di kelenjar payudara dan infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Pada kasus infeksi payudara akibat terjadinya penumpukan ASI, Ibu akan mengalami perubahan ukuran payudara menjadi lebih besar dan bengkak. Hal ini disebabkan oleh menumpuknya cairan ASI serta terdapat penyumbatan pada aliran susu yang mengakibatkan ASI merembes pada jaringan disekitar payudara.

Sedangkan Infeksi payudara yang disebabkan oleh bakteri biasanya masuk lewat mulut bayi pada permukaan puting Ibu yang akhirnya menyebabkan infeksi. Infeksi ini terjadi di jaringan lemak payudara sehingga menyebabkan payudara besar atau membengkak. Pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah infeksi payudara adalah memberikan obat antibiotik agar infeksi segera membaik. 

  • Abses payudara

Abses payudara dipicu oleh penumpukan nanah pada payudara yang akhirnya menyebabkan peradangan jaringan (mastitis) bahkan hingga terjadi infeksi pada payudara. Tanda-tanda abses payudara antara lain adalah payudara yang membesar, payudara berwarna kemerahan, keluar cairan seperti nanah dari dalam puting, serta demam.

Proses pengobatan abses payudara bisa dilakukan oleh dokter ahli dengan menyedotnya menggunakan jarum untuk mengangkat nanah yang terdapat pada sel dan jaringan payudara. 

3. Penyakit kanker

Payudara besar juga dapat disebabkan oleh penyakit kanker pada payudara. Salah satu tanda kanker payudara yang dapat dilihat adalah payudara besar terjadi pada hanya satu sisi. Meskipun memang tidak ada payudara wanita yang memiliki bentuk dan ukuran yang sama persis, tapi jika payudara mengalami pembekakan dan ukuran yang jauh beda, bisa jadi ini adalah salah satu tanda kanker payudara. 

Diluar itu, pengidap kanker payudara juga merasakan benjolan yang muncul disekitar dada atau sekitar ketiak, tekstur kulit payudara yang berubah, hingga terdapat cairan yang keluar dari puting. Kanker payudara dapat diatasi sesuai dengan stadium kanker penderita mulai dari terapi hormon, kemoterapi, hingga pengangkatan melalui pembedahan.

Leave a Reply