Picky Eater: Pengertian, Penyebab dan Dampaknya

Picky Eater: Pengertian, Penyebab dan Dampaknya

Picky Eater: Pengertian, Penyebab dan Dampaknya

Picky eater atau dalam bahasa Indonesianya pemilih makanan. Picky eater biasanya dialami oleh anak kecil namun tidak menutup kemungkinan terjadi pada orang dewasa. Mereka biasanya enggan mencoba memakan makanan baru, sering menolak makanan, atau makan makanan yang sama secara berulang-ulang.

Kondisi ini biasanya diklasifikasikan menjadi bagian dari gambaran tentang kesulitan makan. Mereka cenderung memiliki preferensi makanan yang kuat. Supaya lebih jelas, berikut uraian mengenai picky eater.

Apa itu picky eater?

Mengutip dari idai.or.id, seorang picky eater dapat berarti mau mengonsumsi berbagai jenis makanan yang ia kenal maupun tidak namun menolak mengonsumsi dalam jumlah yang berbeda. Picky eater juga dapat dihubungkan dengan rasa dan tekstur makanan. meski agak pemilih, mereka biasanya masih mau mengonsumsi minimal satu macam makanan dari setiap kelompok karbohidrat, protein, sayur/buah dan susu. 

Menurut calgarypaeds.org, picky eater biasanya komplain atau menolak beberapa jenis makanan, khususnya sayuran dan daging, mendorong makanan yang ada di piring, menyembunyikan makanannya atau memberinya pada peliharaan, atau dapat juga memakan suatu jumlah yang cukup dalam sehari.

Terangkum dari pernyataan di atas, picky eater adalah kesulitan makan yang tandanya berupa menolak makanan, food neophobic (enggan atau menghindari makanan baru), dan memiliki makanan yang disukai. Diagnosa ini sudah muncul sejak tahun 2000. 

Apa penyebab memilih-milih makanan?

Picky eater dapat disebabkan oleh faktor lingkungan maupun faktor genetik. Mengutip dari cambridge.org, picky eater dapat disebabkan melalui tiga fase:

  1. Fase sebelum dan selama kehamilan, 
  2. fase pemberian makan awal di tahun-tahun pertama
  3. Fase pada tahun kedua kehidupan (biasanya saat anak sudah dapat makan sendiri) 

Penyebab picky eater juga dapat berupa interaksi dan perilaku ibu maupun pengasuh dalam memberikan makanan contohnya memaksa untuk makan, memarahi anak untuk makan. Hal lainnya juga dapat disebabkan oleh kondisi ibu seperti tingkat pendidikan, kebiasaan merokok, usia saat hamil dan melahirkan, hingga kelas sosial. 

Penyebab lainnya juga berasal dari faktor keluarga, jika keluarga Anda adalah seorang yang memilih-milih makanan atau neophobic maka hal itu bisa terjadi juga pada Anda atau anak Anda. Dalam suatu penelitian, ditemukan bahwa neophobic sangat bisa diwariskan walaupun lebih tinggi dipengaruhi oleh faktor lingkungan. 

Picky eater juga dapat dipengaruhi oleh faktor genetik di mana orang tersebut memiliki indra yang lebih sensitif dalam mengecap atau menerima makanan. Penyebab lainnya adalah faktor budaya dan pengalaman masa lalu yang menimbulkan trauma.

Siapa saja yang disebut picky eater?

Baik anak-anak maupun orang dewasa bisa mengalami picky eater, meski kondisi ini banyak ditemukan pada anak-anak. Orang dewasa picky eater biasanya berawal dari seorang anak yang picky eater. Mereka bisa saja mengalami picky eater karena pengaruh lingkungan. 

Selain anak-anak dan orang dewasa, Anda juga mungkin menemukan picky eater pada hewan peliharaan Anda. Kucing dan anjing juga dapat mengalami picky eater. Hal ini juga terjadi karena pola asuh atau pola makan mereka yang biasa Anda berikan.

Bagaimana dampak pemilih makanan?

Dampak picky eater bisa berisiko buruk bagi penderitanya. Menurut National Eating Disorders Association, dampak picky eater berupa:

  • Adanya peningkatan resiko kegagalan atau terhambatnya perkembangan pada anak karena kurangnya asupan nutrisi dan serat
  • Pertumbuhan anak terhambat akibatnya penurunan berat badan dan tinggi badan
  • Penurunan kepadatan tulang pada anak
  • Penurunan perkembangan otak pada anak
  • Berisiko terkena anoreksia
  • Picky eater pada orang dewasa dapat menyebabkan kesusahan dan gangguan sosial

Dikutip dari healthline, menurut para peneliti di Duke University School of Medicine, kondisi tersebut mungkin terkait dengan depresi dan gangguan kecemasan. Picky eater dapat mempengaruhi kemampuan mereka untuk makan bersama orang lain. Pada orang dewasa, kondisi ini mungkin dapat menyebabkan kecemasan di suasana sosial tertentu. Mereka mungkin malu jika terlihat seperti anak kecil yang memilih-milih makanan.

Picky eater bukanlah suatu kondisi yang baik. Pada anak, kondisi ini dapat menghambat tumbuh kembang serta kesehatannya. Bahkan juga untuk orang dewasa, picky eater dapat berkembang menyebabkan gangguan kecemasan hingga depresi.Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat bertanya jawab dengan dokter ahli di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasinya sekarang di App Store dan Play Store.

Leave a Reply