Tes Pra Nikah untuk Pria, Mengapa Penting?

Tes Pra Nikah untuk Pria, Mengapa Penting?

Tes pra nikah untuk pria, apakah perlu? Mungkin Anda pernah mempertanyakan hal yang sama atau memang sedang mengkhawatirkannya.

Pemeriksaan kesehatan sebelum menikah memang sudah menjadi salah satu kewajiban bagi pasangan. Tes ini penting untuk mengetahui kondisi kebugaran pasangan dalam berbagai aspek.

Sayangnya, masih ada gagasan keliru dalam masyarakat, bahwa tes kesehatan ini hanya perlu dilakukan oleh wanita. Biasanya gagasan ini dilandaskan dengan pendapat bahwa wanitalah yang nanti akan mengandung janin.

Meski begitu, anggapan ini keliru. Faktanya pria juga harus menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum menikah untuk mengecek adanya potensi penyakit.

Lalu mengapa tes pra nikah untuk pria penting? Yuk disimak!

Tes pra nikah, mengapa penting?

Tes pranikah seringkali diabaikan, padahal sangat penting untuk mencegah kemungkinan masalah di kemudian hari. Setidaknya ada beberapa alasan mengapa Anda perlu melakukan tes pranikah, di antaranya:

  • Mengukur tingkat kesehatan calon pengantin
  • Mendeteksi penyakit menular seperti infeksi Hepatitis B, HIV, HCV, dan penyakit menular seksual lainnya
  • Identifikasi pembawa kelainan genetik untuk mengurangi risiko memiliki anak dengan penyakit yang parah. Dengan demikian, pasangan bisa memilih apakah akan memiliki anak atau tidak

Muncul kesalahpahaman dalam masyarakat, bahwa tes pra nikah hanya perlu dilakukan oleh wanita. Anggapan ini keliru, sebab pria juga harus menjalani serangkaian tes kesehatan yang penting. 

Tes pra nikah untuk pria

Pemeriksaan pranikah alias premarital check-up seringkali dikaitkan dengan wanita. Padahal, calon mempelai pria juga perlu menjalani sejumlah tes untuk memastikan kesehatan dan kesuburan.

Meski begitu, tes untuk pria relatif tidak sebanyak tes untuk wanita. Berikut beberapa pemeriksaan kesehatan yang diperlukan untuk pria sebelum menikah:

1. Tes kesehatan umum

Pria perlu menempuh tes kesehatan umum dengan pemeriksaan fisik secara lengkap. tes medis secara umum ini meliputi tes-tes yang biasa dilakukan, bukan hanya untuk pranikah.

Anda bisa melewati sejumlah tes, seperti tes darah, tes urine, dan tes genetik. Tentunya, tes-tes ini dibutuhkan untuk mendeteksi adanya kelainan pada tubuh pria.

Salah satu manfaat tes darah adalah untuk mengetahui kecocokan rhesus pria dengan wanita. Jika berencana memiliki anak, rhesus pasangan sebaiknya sama, tidak berlawanan.

Tes urine juga penting untuk mendeteksi kemungkinan penyakit ginjal dan komplikasi lainnya.

2. Tes kesuburan

Bukan hanya wanita yang perlu menempuh tes kesuburan, pria juga harus melakukan tes kesuburan untuk mendeteksi tingkat efektivitas hubungan seksual.

Pemeriksaan kesuburan pada pria dapat mendeteksi jumlah sperma dan kemampuan untuk bereproduksi. Pasalnya, gejala infertilitas pada pria biasanya tidak terlalu jelas.

Tes kesuburan pada pria meliputi analisis sperma dan air mani, pemeriksaan fisik, evaluasi hormon, tes genetik, dan pemeriksaan antibodi anti sperma.

Jika Anda berencana memiliki anak setelah menikah, penting menjalani tes kesuburan untuk memastikan kondisi normal. Jika memang ada masalah, Anda dapat mengetahuinya lebih awal dan mencari solusi bersama-sama dengan pasangan.

3. Tes genetik  

Selain tes darah dan tes urine, pria juga sebaiknya menempuh tes genetik. Pasalnya, ada penyakit-penyakit yang mungkin diturunkan dari orang tua ke anak.

Tes genetik dapat mendeteksi apakah Anda memiliki bibit penyakit yang mungkin diturunkan ke anak-cucu. Dalam beberapa kasus, penyakit keturunan juga bisa melompati satu atau beberapa generasi.

Salah satu tes genetik yang penting dilakukan adalah tes Thalassemia dengan melakukan panel analisis hemoglobin (Hb) darah. Tes ini dapat mengetahui apakah Anda mengidap penyakit thalassemia minor atau tidak serta mencegah kemungkinan cacat lahir pada anak.

4. Tes penyakit menular seksual

Pria juga harus mengecek kemungkinan mengidap penyakit menular seksual. Pemeriksaan ini penting dilakukan untuk mencegah penularan penyakit melalui hubungan seksual dengan pasangan.

Tes penyakit menular seksual biasanya penting untuk mendeteksi HIV/AIDS, gonore, herpes, sifilis, dan hepatitis C. Sebagian penyakit-penyakit tersebut muncul tanpa gejala, jadi sulit dideteksi.

Karena itu, jika Anda ingin menjaga kesuburan pasangan dan kesehatan anak di masa depan, penting menjalani tes penyakit menular seksual dan mengambil tindakan pencegahan jika diperlukan.

5. Tes kesehatan mental

Salah satu tes yang sering diabaikan adalah pemeriksaan kesehatan mental. Memang tes kesehatan fisik penting, tapi pria dan wanita juga harus mempersiapkan mental sebelum menikah.

Pernikahan adalah awal dari perjalanan rumah tangg yang panjang. Akan ada banyak masalah yang muncul sehari-hari, respons Anda terhadap masalah itulah yang penting.

Pria bisa melakukan bimbingan konseling terlebih dahulu ke psikolog untuk menilai kesiapan mental. Konseling juga dapat mendeteksi risiko penyakit jiwa, terutama mengenali tanda-tanda depresi pada pria.

Nah demikian penjelasan mengapa tes pra nikah juga penting untuk pria dan beberapa jenis tes yang perlu dijalani. Semoga membantu ya!

Leave a Reply